The First Story : BNI Syariah dan Afizah

on

“janganlah deg degan ketika melihat senyuman dan suara dari mbak mbak teller BNI ” – niki

Wah, hari ini alhamdulillah saya sudah punya tabungan sendiri walaupun masih SMA kelas 3 ya itung itung sih buat persiapan waktu kuliah di universitas nanti biar gak kerepotan bawa uang saku, bayar UKT dan kebutuhan ala mahasiswa lainnya. awal mulanya saya membuka tabungan hari ini  dimulai mengisi bensin di pertamina. Niatnya sih saya mau pergi ke sekolah karena ada lomba untuk dies natalies sekolah yang ke 58 (#58thSMASA). Namun, ternyata lombanya di tunda besok, aduh bensin baru beli kebuang percuma deh. Tapi mumpung di area kota saya “meluruskan” niat saya lagi untuk membuka tabungan syariah. Pilihan saya ada 2 antara BRI Syariah dan BNI Syariah. Bergegaslah saya menuju ke jalan merdeka dan belok ke BRI Konvensional. Maklum saja di Kota Kecil seperti Blitar masih belum banyak Bank Syariah. Yang saya tahu sih ada Bank Muamalat.

 Terus saya memarkir kendaraan di samping bank. Sempat “diusir” sama satpam karena salah parkir hehehe :p. terus saya dibukakan pintu oleh pak satpam. Ya pertanyaan mainstream di bank bank lah ya “ada yang bisa saya bantu mas ?”. “oh iya pak, saya mau tanya info tabungan”. Pak satpam sedikit bingung dengan pertanyaan saya. “tabungan apa ya mas ?”. “itu pak saya mau buka tabungan BRI Syariah”. Terus pak satpam jawab “wah, disini gak ada mas. Kalau mau menabung BRI Syariah ya di Syariah”. Entah ada rasa sedikit jengkel dan ini satpam kok sotoy banget sih kan elo bukan Customer Servicenya. Ya saya tetap berpikiran mungkin pak satpam kasihan saya nanti saat antri dan tanya ke customer servicenya ternyata gak ada. “oh berarti gak ada ya pak disini ?” . “iya mas gak ada”. Sambil menganggukkan kepala dan rasa sedikit kecewa saya pergi tanpa buku tabungan BRI Syariah dan Kartu ATM. Rasa semangat menabung saya kumpulkan lagi dan saya meluncur ke Bank BNI Konvensional.

 Dengan antrian Nomor 44 saya menunggu di kursi warna campuran biru dan hijau sambil menikmati dinginnya AC. Jam menunjukkan pukul 02.30 dan mbak Customer Service masih melayani nomor 38 dan 39. Maklum mungkin sore ya Customer Servicenya tinggal dua. Sembari menunggu saya melirik – lirik orang orang yang lagi minta pelayanan di CS. Kebanyakaan sih buka tabungan seperti saya, ada juga sih yang mengatifkan SMS Banking BNI sama pergantian Kartu ATM. Ada mbak mbak yang mungkin seumuran dengan saya membuka tabungan BNI Taplus Muda.  Itu sempat jadi sasaran saya untuk buka tabungan. Tapi biaya administrasi per bulan 5000 saya agak keberatan. Mental – mental mahasiswa mulai terbentuk hahaha😀. dan tibalah saya dipanggil dan duduk di CS. Lagi lagi pertanyaan mainstream di setiap bank. “selamat sore, ada yang bisa saya bantu”. Saya menjelaskan bahwa saya ingin membuka Tabungan BNI Syariah Akad Waddiah dan menjelaskan detailnya.

 Mbak Azizah nama customer servicenya bilang bahwa kalau BNI Konvensional gak terlalu tahu informasi secara detil tentang BNI Syariah. Ya agak kecewa sih dengan raut mukanya yang agak gimana gitu. Terus saya diberitahu bahwa kalau ada masalah dengan tabungannya silahkan langsung ke BNI Syariah di Kediri sama Ngunut. Rasa galau langsung menyelimuti seisi ruangan kantor. Tapi dengan mantap saya bilang “ya mbak tapi saya tetap mau buka BNI Syariah yang akadnya waddiah” . sambil cerita sedikit bahwa saya lihat di website BNI bahwa BNI Syariah akad waddiah bebas administrasi bulanan. Terus mbak azizah tanya “itu sudah ATM mas ?” saya jawab “sudah mbak”. Terus mbaknya pergi untuk ambil formulir pendaftaran. Dan minta KTP saya untuk di fotokopi. “kalau mau buka tabungan harus pake materai 6000 mas”. “oh, harus pake materi 6000 mbak ?”. “iya mas, kami sudah menyediakannya. Harganya 6000”. Uang 2000 ribuan sebanyak 3 lembar resmi diterima oleh mbak azizah. Terus saya mengisi formulir untuk pendaftaran nasabah. Waktu nulis pun tangan saya gak karuan geraknya. Sedikit shock dengan yang tadi campur aduk jadi satu. “mbak kalau akad waddiah gratis administrasi kan mbak ?”. “iya mas” jawabnya. Nadanya sedikit berbeda sih dari tadi kayak seneng gimana gitu hahaha. “untuk ATMnya biaya 5000 ribu mas” . “terus yang materai tadi mbak ?”. “tadi kan sudah mas, apa saya mau di kasih dobel ?”. “oh ya maaf mbak saya lupa”. Sedikit malu sama deg degan gitu waktu denger mbaknya ngomong. “masnya kelas berapa ?” . “kelas 3 SMA mbak”. “SMAnya dimana mas ?” . “di SMAN 1 Blitar”. “oh, baiklah”. Simpul senyumnya mengembang mbak aziza kayaknya modus nanya nanya gitu.  Terus setelah mengisi saya diberi kartu ATM dan kertas PIN. Diterangin tentang tabungan dan kartu ATM. Setelah selesai tak lupa saya mengucapkan terimakasih dan pergi ke teller selanjutnya untuk setor uang pembukaan. Kalau di total semuanya 5000 untuk ATM, 6000 Untuk Materai, dan 100.000 untuk setoran pertama saya. Sebenarnya setoran pertama minimal sebesar 20.000.  Ya begitulah pengalaman saya menabung BNI Syariah di Bank BNI Kota Blitar. Saya telah melabuhkan pilihan saya ke Tabungan BNI Syariah akad waddiah. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s